Toga : Kunyit

Kelompok : 1

Anggota :
1. Ardian Tegar Saputra    ( 03 )
2. ‎Astrid Tania Martiani     ( 04 )
3. ‎Maulia Ahnas Hidayat   ( 16 )
4. Nur Syifa Qothrun N.      ( 20 )

Nama Tanaman TOGA :
Kunyit atau kunir, (Curcuma longa Linn. atau Curcuma domestica Val.),
adalah salah satu tanaman rempah-rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara.

Ciri ciri Kunyit :
Batangnya tidak bercabang,
bentuknya memanjang dan merupakan batang semu yang tertutup rapat oleh pelepah daun, berwarna hijau agak keunguan.

Setiap tanaman tanaman berdaun 3-8 helai, panjang daun beserta pelepahnya sampai 70 cm, tanpa lidah daun.

Berambut halus jarang-jarang, helainan daun berbentuk lanset lebar, ujung daun lancip,  panjangnya 28-85 cm, lebar 10-25 cm,

Tepi daun rata, tulang daun menyirip,

Rimpang terbentuk dengan sempurna bercabang-cabang, berbentuk bulat dan panjang dengan diameter 1-2 cm serta panjang 3-6 cm. dari ruas-ruasnya dapat tumbuh tunas baru yang akan berkembang menjadi tanaman baru

Berwarna jingga, bau aromatis.

Tangkai bunga berambut, bersisik, daun kelopak berambut, bentuk lanset.

Kelopak bunga berbentuk tabung, panjang 9-13 mm.

Cara Budidaya Kunyit :

Pembibitan


  • Persyaratan Bibit : Bibit kunyit yang baik berasal dari pemecahan rimpang, karena lebih mudah tumbuh. Syarat bibit yang baik : berasal dari tanaman yang tumbuh subur, segar, sehat, berdaun banyak & hijau, kokoh, terhindar dari serangan penyakit; cukup umur/berasal dari rimpang yang telah berumur > 7-12 bulan; bentuk, ukuran, & warna seragam; memiliki kadar air cukup; benih telah mengalami masa istirahat (dormansi) cukup; terhindar dari bahan asing (biji tanaman lain, kulit, kerikil).
  • Penyiapan Bibit : Rimpang bahan bibit dipotong agar diperoleh ukuran & dgn berat yang seragam serta utk memperkirakan banyaknya mata tunas/rimpang. Bekas potongan ditutup dgn abu dapur/sekam atau merendam rimpang yang dipotong dgn larutan fungisida (benlate & agrymicin) guna menghindari tumbuhnya jamur. Tiap potongan rimpang maksimum memiliki 1-3 mata tunas, dgn berat antara 20-30 gram & panjang 3-7 cm.
  • Teknik Penyemaian Bibit : Pertumbuhan tunas rimpang kunyit dapat dirangsang dgn cara : mengangin-anginkan rimpang di tempat teduh atau lembab selama 1-1,5 bulan, dgn penyiraman 2 kali sehari (pagi & sore hari). Bibit tumbuh baik bila disimpan dalam suhu kamar (25-28°C). Selain itu menempatkan rimpang diantara jerami pada suhu udara sekitar 25-28°C. & merendam bibit pada larutan ZPT (zat pengatur tumbuh) selama 3 jam. ZPT yang sering digunakan adalah larutan atonik (1 cc/1,5 liter air) & larutan G-3 (500-700 ppm). Rimpang yang akan direndam larutan ZPT harus dikeringkan dahulu selama 42 jam pada suhu udara 35°C. Jumlah anakan atau berat rimpang dapat ditingkatkan dgn jalan direndam pada larutan pakloburazol sebanyak 250 ppm.
  • Pemindahan Bibit Kunyit: Bibit yang telah siap lalu ditempatkan pada persemaian, dimana rimpang akan muncul tunas telah tanaman berumur 1-1,5 bulan. Setelah tunas tumbuh 2-3 cm maka rimpang sudah dapat ditanam di lahan. Pemindahan bibit yang telah bertunas harus dilakukan secara hati-hati guna menghindari agar tunas yang telah tumbuh tdk rusak. Bila ada tunas/akar bibit yang saling terkait maka akar tersebut dipisahkan dgn hati-hati lalu letakkan bibit dalam wadah tertentu utk memudahkan pengangkutan bibit ke lokasi lahan. Jika jarak antara tempat pembibitan dgn lahan jauh maka bibit perlu dilindungi agar tetap lembab & segar ketika tiba di lokasi. Selama pengangkutan, bibit yang telah bertunas jangan ditumpuk.

Cara Penanaman : 


  • Teknik penanaman dgn perlakuan stek rimpang dalam nitro aromatik sebanyak 1 ml/liter pada media yang diberi mulsa ternyata berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan & vegetatif kunyit, sedangkan penggunaan zat pengatur tumbuh IBA (indolebutyric acid) sebanyak 200 mg/liter pada media yang sama berpengaruh nyata terhadap pembentukan rimpang kunyit.
  • Perioda Tanam : Masa tanam kunyit yaitu pada awal musim hujan sama seperti tanaman rimpang-rimpangan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak utk pertumbuhannya. Walaupun rimpang tanaman ini nantinya dipanen muda yaitu 7 – 8 bulan tetapi pertanaman selanjutnya tetap diusahakan awal musim hujan.
  • Pemeliharaan Tanaman Penyulaman : Apabila ada rimpang kunyit yang tdk tumbuh atau pertumbuhannya buruk, maka dilakukan penanaman susulan (penyulaman) rimpang lain yang masih segar & sehat.
  • Penyiangan : Penyiangan & pembubunan perlu dilakukan utk menghilangkan rumput liar (gulma) yang mengganggu penyerapan air, unsur hara & mengganggu perkembangan tanaman. Kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dgn pemupukan & penggemburan tanah. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur ½ bulan & bersamaan dgn ini maka dilakukan pembubunan guna merangsang rimpang agar tumbuh besar & tanah tetap gembur.
  • Pembubunan : Seperti halnya tanaman rimpang lainnya, pada kunyit pekerjaan pembubunan ini diperlukan utk menimbun kembali daerah perakaran dgn tanah yang melorot terbawa air. Pembubunan bermanfaat utk memberikan kondisi media sekitar perakaran lebih baik sehingga rimpang akan tumbuh subur & bercabang banyak. Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan & biasanya dilakukan secara rutin setiap 3 – 4 bulan sekali.


Manfaat Kunyit :

1. Mengurangi rasa nyeri pada sendi (osteoarthritis)
Kunyit mengandung anti-inflamasi yang ditengarai dapat membantu meringankan nyeri sendi pada penderita osteoarthritis, yakni sebuah kondisi yang menyebabkan sendi nyeri, kaku, dan kehilangan fleksibilitasnya. Sebuah penelitian menyatakan kinerja kunyit sebanding dengan ibuprofen dalam mengatasi osteoarthritis. Bila kamu ingin mencoba mengurangi rasa sakit akibat osteoartritis, kamu bisa mengonsumsi ekstrak kunyit dosis 500 mg dua kali sehari.

2. Kulit gatal
Kulit gatal dapat disebabkan karena berbagai macam faktor. Bisa karena terkena ulat bulu, alergi, ataupun terpengaruh kondisi lingkungan. Untuk mengatasinya kamu bisa menggunakan kunyit yang dicampur dengan ektrak lada hitam atau cabe jamu. Kandungan kurkumin tinggi dalamnya dipercaya bisa membantu menyembuhkan gatal-gatal.

3. Ruam kulit
Ruam kulit ditandai dengan munculnya bercak kemerahan. Meski bisa hilang dengan sendirinya, tapi kondisi ruam sangat menganggu apalagi ketika mengakibatkan rasa perih. Kondisi kemerahan pada kulit ini bisa kamu atasi dengan mengonsumsi ektrak kunyit. Kandungan bahan kimiawi dalam kunyit dapat menenangkan kulit dan membuatnya kembali seperti semula.

4. Masalah seputar menstruasi
Mungkin kamu sering melihat iklan minuman yang mengandung kunyit diklaim mampu mengatasi rasa sakit akibat menstruasi. Ya memang benar, menurut penelitian konsumsi ekstrak kunyit dapat membantu mengatasi rasa sakit tersebut. Konsumsilah sekitar satu gelas ukuran kecil dalam sehari untuk mendapatkan khasiatnya.

 5. Tukak lambung Penelitian di Universitas Gajah Mada (UGM) baru-baru ini membuktikan kunyit dapat membantu meringankan nyeri lambung. Penelitian tersebut dilakukan pada 30 ekor tikus yang tak diberi makan selama 48 jam. Terbukti tikus yang diberi ekstrak kunyit tidak mengalami peradangan lambung sama sekali.

6. Dispepsia (maag)Kunyit dapat merangsang kantung empedu untuk menghasilkan empedu lebih optimal. Kondisi ini dipercaya dapat meningkatkan sistem pencernaan. Selain itu menurut penelitian, mengonsumsi ektrak kunyit juga bisa mencegah kembung pada penderita dispepsia atau maag.

7. Kanker usus besar (kolorektal) Tidak hanya menyembuhkan, menurut beberapa penelitian kunyit juga bisa dipakai untuk mencegah kanker usus besar dengan cara mengurangi jumlah prakanker di tubuh orang tersebut. Penanda-penanda tumor kanker usus besar pun menurun setelah mengonsumsi kunyit secara rutin. Berani coba?

8. Serangan jantung dan strokeSerangan jantung dapat disebabkan karena tingginya kolesterol dalam peredaran darah, begitupun dengan stroke. Turunkan kolesterolmu dengan mengonsumsi air perasan kunyit secara rutin. Menurut penelitian, rempah alami ini mengandung kalium tinggi yang dapat melarutkan kolesterol jahat dalam tubuh.

9. Mencerahkan kulit wajah
Inilah manfaat kunyit untuk wajah. Kunyit memiliki pigmen kuning alami yang dapat membantu mencerahkan kulit wajah dengan cepat. Kamu bisa membuat masker kunyit yang dicampur dengan air lemon dan madu. Pakailah masker tersebut secara rutin 10 menit setelah mandi dan lihat hasilnya seketika.

Produk yang bisa dihasilkan :

  1. Minuman Sari Kunyit Asam
  2. Permen dan Jelly Kunyit
  3. Kunyit bubuk
  4. Eskrim kunyit

Pertanyaan dan Jawaban :
1. Annisa ( 02 ) : Di ciri ciri kunyit tadi ada tangkai bunga bentuk lanset. Lanset itu yang kaya gimana? Terimakasih.
2. Ading ( 01 ) : Stek rimpang dengan nitro aromatik, apa itu?
3. Rifqi ( 28 ) : Maksud dari empirim maupun klinis
4. Lusi ( 11 ) : Bagaiman cara mengolah kunyit menjadi jeli

Jawaban :
1. Menurut KBBI : Pisau pembelah kecil, ujungnya bermata dua dan dapat digerakkan pd tangkainya (nomina). 
Bentuk daun lanset adalah daun yang memiliki panjang daun 3-5 kali lebarnya, bagian pangkal dan ujung daunnya meruncing.



2. Kelompok kita tidak menemukan arti sepenuhnya, hanya saja nitro aromatik itu sejenis senyawa kimia

3. Menurut KBBI : empirim dari kata empiris berarti suatu sumber pengetahuan yang diperoleh dari observasi atau percobaan dan klinisbersangkutan atau berdasarkan pengamatan klinik (adjektiva).

4. Mengolah kunyit menjadi jeli :

  • Bahan bahan : 
  1. Kunyit bubuk 3 sdt
  2. 1 bungkus bubuk jelly tanpa rasa
  3. 1 gelas kecil gula pasir
  4. 2 gelas kecil air matang
  • Cara pembuatan :
  1. Masukkan kunyit bubuk dan bubuk jeli tanpa rasa, lalu campurkan keduanya.
  2. Aduk rata dan campurkan gula pasir, aduk kembali sampai rata.
  3. Tuangkan 2 gelas air matang tadi ke dalam adonan jeli, nyalakan kompor dengan api sedang.
  4. Aduk hingga merata dan mendidih. Jika sudah mendidih angkat dan dinginkan sebentar, lalu tuang ke cetakan tunggu hingga dingin.
  5. Masukkan ke dalam kulkas dan biarkan membeku. Tunggu kira kira 2 jam, jelly siap dihidangkan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toga : Kencur

Duit dari Duri