Toga : Temulawak
Anggota Kelompok : 1. Lusiana Dewanti
2. Lutfia Nur Sabila
3. Reza Dimas Setiawan
4. Rifqi Aulia Rahman
Kelas : X IPS 3
2. Lutfia Nur Sabila
3. Reza Dimas Setiawan
4. Rifqi Aulia Rahman
Kelas : X IPS 3
Temulawak
- Temulawak diketahui sebagai bahan obat tradisionalasli Indonesia.
- Temulawak merupakan salah satu tanaman temu-temuan, yakni
tanaman.
- Berbentuk akar dan rimpang (batang di bawahtanah) yang digunakan
untuk membuat obat.
- Temulawak hidup didaerah dengan ketinggian 5 – 750 meter diatas
permukaan laut.
- Manfaat temulawak Sebagai tanaman herbal, tentunya temulawak
- Manfaat temulawak Sebagai tanaman herbal, tentunya temulawak
memiliki segudang manfaat,namun hati-hati saatmembedakan kunyit
temulawak karenakeduanya terlihat sama.
- Mari kita bahas temulawak yang menakjubkan.
Ciri-ciri tanaman Temulawak ini adalah :
- Tanaman ini merupakan tanaman tahunan.
- Mempunyai tinggi hingga 250 cm.
- Daun lebar memanjang atau seperti daunpisang.
- Pada seluruh batangnya ditutupi oleh pelepahdaun.
- Akan muncul bunga dari samping batang, danmahkota bunga berwarna merah.
- Mempunyai rimpang utama yang besar danbulat.
- Pada bagian luar rimpang berwarna kuningagak tua.
- Pada bagian dalam rimpang berwarna jinggaagak coklat.
- Memiliki rimpang-rimpang yang kecil daribagian rimpang induknya.
- Memiliki bau yang tajam, rasanya pahit danpedas.
- Pada akarnya ada gelembung yang berbentukumbi kecil.
Cara Budidaya Temulawak
Temulawak dapat tumbuh pada daerah denganketinggian berkisar antara 5 mdpl hingga 1000 mdpl. Temulawak dapat tumbuh pada lahan yang teduh, tapijuga tanaman ini dapat tumbuh pada lahan yang terikkarena tanaman ini memiliki daya adaptasi yang tinggiterhadap berbagai cuaca yang ada di daerah beriklimtropis, Suhu yang baik untuk budidaya temulawakadalah berkisar antar 19°C hingga 30°C, curah hujanyang baik untuk penanaman temulawak adalah 1000 mm/th hingga 4000 mm/th,Serta temulawak dapattumbuh pada semua jenis tanah namun akan lebih baiktumbuh pada jenis tanah yang gembur, subur danmemiliki sistem drainase yang baik.
Berikut adalah Cara Budidaya Temulawak :
1.Pembibitan
• Pembibitan temulawak dilakukan dengan caramenggunakan rimpang utama/ rimpang indukataupun dengan menggunakan rimpang cabang. Rimpang yang digunakan untuk bibit diperolehdari tanaman yang sehat dan telah tua berumursekitar 10 bulan hingga 12 bulan. Kebutuhanbibit untuk setiap hektar adalah sekitar 1500 hingga 2000 kg rimpang induk dan 500 hingga700 kg rimpang cabang. Pembibitan dimulaidengan membongkar rimpang pada tanamaninduk kemudian rimpang dibersihkan akar dantanah yang menempel. Lalu pisahkan antararimpang induk dan rimpang cabang.
• Rimpang induk yang akan dibuat bibitselanjutnya dibelah menjadi 4 bagian, kemudiandijemur selama 4 hingga 6 hari dengan waktusekitar 3 hingga 4 jam/ harinya. Barulah rimpanginduk bibit dapat di tanam.
• Rimpang cabang atau rimpang anakan yang telahdiambil kemudian di letakan pada tempat yang lembab dan gelap selama 1 bulan hingga 2 bulanhingga keluar tunas baru Atau juga bisa dengancara menimbun rimpang dalam tanah di tempatteduh lalu menyiraminya setiap pagi atau setiapsore hingga rimpang bertunas. Setelah bertunasrimpang dipotong menjadi beberapa potonganyang memiliki 2 mata tunas atau 3 mata tunas. Barulah rimpang cabang siap ditanam.
2.Lahan Tanam
• Lahan yang akan ditanami temulawak sebaiknyadipersiapkan 30 hari sebelum penanaman. Lahandapat berupa pekarangan, tegalan, atauperkebunan. Lahan yang akan ditanamitemulawak dibersihkan dari gulma taua rumputpengganggu lainnya, kemudian tanahdigemburkan dengan cangkul dengan kedalamansekitar 30 cm. Selanjutnya buatlah bedegandengan uluran lebar sekitar 120 cm hingga 200 cm, tingginya sekitar 30 cm dengan jarak antarbedeng sekitar 30 cm hingga 40 cm ( untuksistem drainase).Setelah itu, buat lubang tanamdengan ukuran sekitar 30 cm x 30 cm dengankedalaman lubang sekitar 60 cm dan jarak antarlubang sekitar 60 cm x 60 cm, lalu beri lubangtanam dengan pupuk organik berupa pupukkandang dengan dosis 1-2 kg/lubang tanam.
3.Penanaman
• Penanaman baik dilakukan dengan caramonokultural dan pada awal musim penghujanterkecuali pada daerah yang dialiri air sepanjangtahun. Setelah lubang tanam siap masukkan 1 bibit temulawak dengan posisi mata tunasmenghadap ke arah atas, lalu timbun dengantanah.
4.Pemeliharaan
• Pemeliharaan temulawak setelah tanam antaralain penyulaman, penyiangan, pembubunan, pemulsaan, pengairan dan penyiraman, pemupukan serta penyemprotan pestisida.
5.Hama dan Penyakit
• Hama yang sering menyerang tanamantemulawak adalah Chrysodeixis chalcites Espatau ulat jengkal, Mimegrala coerulenfronsMacquart atau lalat rimpang, dan Agrotis ypsilonHufn atau ulat tanah. Pengendalian hama dapatdilakukan dengan insektisida.
Penyakit yang seing menyerang tanamantemulawak adalah Jamur Fusarium (disebabkanoleh F. oxysporum Schlecht, Phytium sp. danbakteri Pseudomonas sp.) serta Penyakit layu(disebabkan oleh bakteri Pseudomonas sp.)
Penyakit yang seing menyerang tanamantemulawak adalah Jamur Fusarium (disebabkanoleh F. oxysporum Schlecht, Phytium sp. danbakteri Pseudomonas sp.) serta Penyakit layu(disebabkan oleh bakteri Pseudomonas sp.)
6.Pemanenan
• Pemanenan dapat dilakukan setelah tanamantemulawak sudah berumur sekitar 9 bulan atau 10 bulan setelah penanaman. Ciri temulawak yang siap panen adalah daunnya menguning dan keringserta rimpangnya besar berwarna kuningkecokelatan. Pada sekitar 1 hektar lahandiperkirakan dapat menghasilkan sekitar 10 ton hingga 20 ton temu lawak.
Manfaat Temulawak
Inilah beberapa manfaat temulawak yang bisa anda gunakan:
• Memelihara Fungsi Hati.
• Mengurangi Radang Sendi.
• Melawan Penyakit Kanker.
• Menurunkan Lemak Darah.
• Mengatasi Masalah Pencernaan.
• Melancarkan ASI.
• Gangguan lambung.
• Risiko gangguan empedu.
Produk Yang Dihasilkan
Temulawak telah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat karena kegunaannya yang beraneka ragam. Disamping sebagai jamu atau obat, melihat komposisi dan aromanya yang khas, temulawak bisa dimanfaatkan sebagai bahan minuman dan makanan. Melalui cara tradisional, temulawak telah diolah menjadi beberapa Jenis makanan dan minuman, seperti bubur temulawak, limun temulawak, dan bir temulawak. Oalahan tersebut lebih dikenalsebagai makanan dan minuman yang berkhasiat obat, seperti untuk menyembuhkan masuk angin dan memperbaiki pencernaan


Komentar
Posting Komentar