Tanaman Hias kelompok 5 Annisa, Fadzli, Marisa, Rifqi
Kelompok 5
Nama Anggota :
1. Annisa Rahma Maulida (02)
2. Fadzli Rizki Alviansyah (08)
3. Marisa Azizah Yuanda C.P (14)
4. Rifqi Aulia Rahman (28)
Kelas : X IPS 3
Narasumber : bapak Uun Abidin
Lokasi : Jalan Jambu, Kalimanah Wetan
Laporan Hasil Observasi :
A. Jenis tanaman hias yang mereka tanam :
a. Cemara
b. Aglonema
B. Sarana produksi yang mereka gunakan :
- Pot
- Pupuk organik
- Polybag
- Tanah
- Air
- Sekop kecil
C. Teknik budidaya yang mereka gunakan :
a. Cemara
1. Pengolahan Lahan
- Siapkan lahan untuk penanaman
- Gali lubang hingga 80 centimeter.
- Pilih induk kamboja yang besar, tua, sehat atau tidak memiliki cacat.
- Potong batang kamboja sekitar 20 cm.
- Biarkan hingga 1 minggu, letakkan di tempat teduh yang lembab.
- Untuk batang atas jika ada daun banyak, buang daunnya dan sisakan 2 daun saja agar penguapan berkurang saat penyetekan dilakukan.
- Oles bekas luka potongan dengan fungisida untuk merangsang tumbuhnya akar secara cepat.
- Kemudian ditanam pada pot
- Siramlah tanaman yakni 3 kali sehari karena tanaman ini tidak bisa menerima banyak air untuk mencegah kebusukan batang tanaman agar proses pembentukan akar.
2. Penanaman
- Siapkan pot dengan ukuran yang besar.
- Isi dengan campuran tanah gembur dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
- Isi sampai 2/3 bagian terisi tanah dan biarkan pot sampai bibit pohon cemara siap dipindahkan.
- Jika penanaman akan dilakukan di tanah secara langsung, maka sebaiknya pilih lokasi yang mendapatkan penyinaran matahari yang cukup lama dan memiliki kondisi tanah yang subur.
- Gali lubang tanam dengan ukuran 50cm x 50cm dengan kedalaman 50cm, isi lubang dengan pupuk kandang sampai 1/2 bagian terisi dan campurkan sedikit pasir (1 ember kecil). Biarkan lubang selama 3 minggu sebelum ditanami agar pupuk tercampur dengan baik ke tanah.
3. Pemeliharaan
Untuk perawatan hanya perlu penyiraman setiap 2-3 hari sekali. Bila Anda menanam cemara ini, pemangkasan akan jarang dilakukan, atau bisa jadi sama sekali tidak. Sebab tanaman ini mempunyai batang yang lebih jarang dibandingkan cemara lain dan tumbuhnya juga teratur. Jangan sampai lupa lakukan pemupukan bersamaan dengan peyiangan yakni setiap 2-2,5 bulan sekali.
4. Pengendalian hama dan penyakit
Gejala serangan:
1. Aktif memakan dedaunan bahkan pangkal batang, terutama pada malam hari.
2. Daun yang dimakan oleh ulat hanya tersisa rangka atau tulang daunya saja.
Pengendaliannya:
1. Membuang telur-telur kupu-kupu yang melekat pada bagian bawah daun.
2. Menggenangi tempat persemaian dengan air dalam jumlah banyak sehingga ulat akan bergerak ke atas sehingga mudah untuk dikumpulkan dan dibasmi.
3. Apabila kedua cara diatas tidak berhasil, maka dapat dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pertisida.
5. Panen (tidak untuk dipanen)
6. Pasca panen (tidak untuk dipanen)
b. Aglaonema
1. Pengolahan Lahan
- Lokasi yang ideal yang berketinggian 300 – 400 mdpl, tidak menutup kemungkinan dapat tumbuh di dataran rendah
- Aglaonema menyukai lokasi yang teduh dengan pencahayaan terbatas
2. Penanaman
Pilih dan ambilah bonggol yang bagus untuk ditanam, cukup 3 bonggol dalam satu pot dan biasanya akan tumbuh dengan sendirinya. Bonggol biasanya diperoleh dari anakan tanaman Aglaonema yang sudah tua atau sudah siap menjadi indukan.
3. Pemeliharaan
Aglaonema tanaman yang butuh air dalam jumlah cukup, jadi penyiraman hal penting yang mesti diperhatikan agar aglaonema tumbuh baik, tapi tidak sampai menggenangi medianya, frekuensi dan dosis penyiraman perlu diatur sesuai dengan kondisi media dan lingkungan setempat.
4. Pengendalian hama dan penyakit
Hama Dan Penyakit
- Hama ulat yang menyerang daun
- Kutu putih menyerang batang dan daun bagian bawah dapat menyebabkan daun mengerut, kuning, layu dan akhirnya mati
5. Panen (tidak untuk dipanen)
6. Pasca panen (tidak untuk dipanen)
Nama Anggota :
1. Annisa Rahma Maulida (02)
2. Fadzli Rizki Alviansyah (08)
3. Marisa Azizah Yuanda C.P (14)
4. Rifqi Aulia Rahman (28)
Kelas : X IPS 3
Narasumber : bapak Uun Abidin
Lokasi : Jalan Jambu, Kalimanah Wetan
Laporan Hasil Observasi :
A. Jenis tanaman hias yang mereka tanam :
a. Cemara
b. Aglonema
B. Sarana produksi yang mereka gunakan :
- Pot
- Pupuk organik
- Polybag
- Tanah
- Air
- Sekop kecil
C. Teknik budidaya yang mereka gunakan :
a. Cemara
1. Pengolahan Lahan
- Siapkan lahan untuk penanaman
- Gali lubang hingga 80 centimeter.
- Pilih induk kamboja yang besar, tua, sehat atau tidak memiliki cacat.
- Potong batang kamboja sekitar 20 cm.
- Biarkan hingga 1 minggu, letakkan di tempat teduh yang lembab.
- Untuk batang atas jika ada daun banyak, buang daunnya dan sisakan 2 daun saja agar penguapan berkurang saat penyetekan dilakukan.
- Oles bekas luka potongan dengan fungisida untuk merangsang tumbuhnya akar secara cepat.
- Kemudian ditanam pada pot
- Siramlah tanaman yakni 3 kali sehari karena tanaman ini tidak bisa menerima banyak air untuk mencegah kebusukan batang tanaman agar proses pembentukan akar.
2. Penanaman
- Siapkan pot dengan ukuran yang besar.
- Isi dengan campuran tanah gembur dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
- Isi sampai 2/3 bagian terisi tanah dan biarkan pot sampai bibit pohon cemara siap dipindahkan.
- Jika penanaman akan dilakukan di tanah secara langsung, maka sebaiknya pilih lokasi yang mendapatkan penyinaran matahari yang cukup lama dan memiliki kondisi tanah yang subur.
- Gali lubang tanam dengan ukuran 50cm x 50cm dengan kedalaman 50cm, isi lubang dengan pupuk kandang sampai 1/2 bagian terisi dan campurkan sedikit pasir (1 ember kecil). Biarkan lubang selama 3 minggu sebelum ditanami agar pupuk tercampur dengan baik ke tanah.
3. Pemeliharaan
Untuk perawatan hanya perlu penyiraman setiap 2-3 hari sekali. Bila Anda menanam cemara ini, pemangkasan akan jarang dilakukan, atau bisa jadi sama sekali tidak. Sebab tanaman ini mempunyai batang yang lebih jarang dibandingkan cemara lain dan tumbuhnya juga teratur. Jangan sampai lupa lakukan pemupukan bersamaan dengan peyiangan yakni setiap 2-2,5 bulan sekali.
4. Pengendalian hama dan penyakit
Gejala serangan:
1. Aktif memakan dedaunan bahkan pangkal batang, terutama pada malam hari.
2. Daun yang dimakan oleh ulat hanya tersisa rangka atau tulang daunya saja.
Pengendaliannya:
1. Membuang telur-telur kupu-kupu yang melekat pada bagian bawah daun.
2. Menggenangi tempat persemaian dengan air dalam jumlah banyak sehingga ulat akan bergerak ke atas sehingga mudah untuk dikumpulkan dan dibasmi.
3. Apabila kedua cara diatas tidak berhasil, maka dapat dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pertisida.
5. Panen (tidak untuk dipanen)
6. Pasca panen (tidak untuk dipanen)
b. Aglaonema
1. Pengolahan Lahan
- Lokasi yang ideal yang berketinggian 300 – 400 mdpl, tidak menutup kemungkinan dapat tumbuh di dataran rendah
- Aglaonema menyukai lokasi yang teduh dengan pencahayaan terbatas
2. Penanaman
Pilih dan ambilah bonggol yang bagus untuk ditanam, cukup 3 bonggol dalam satu pot dan biasanya akan tumbuh dengan sendirinya. Bonggol biasanya diperoleh dari anakan tanaman Aglaonema yang sudah tua atau sudah siap menjadi indukan.
3. Pemeliharaan
Aglaonema tanaman yang butuh air dalam jumlah cukup, jadi penyiraman hal penting yang mesti diperhatikan agar aglaonema tumbuh baik, tapi tidak sampai menggenangi medianya, frekuensi dan dosis penyiraman perlu diatur sesuai dengan kondisi media dan lingkungan setempat.
4. Pengendalian hama dan penyakit
Hama Dan Penyakit
- Hama ulat yang menyerang daun
- Kutu putih menyerang batang dan daun bagian bawah dapat menyebabkan daun mengerut, kuning, layu dan akhirnya mati
5. Panen (tidak untuk dipanen)
6. Pasca panen (tidak untuk dipanen)
Komentar
Posting Komentar