Tanaman Hias : Deby, Ninda, Reiza, Haidar

Lembar Kerja 4 (LK 4)

Nama kelompok                                :
Nama anggota                                   :  - Deby Ayu Maradani (05)
                                                                 - Naufal Haidar Sumartono (19)
                                                                 - Rahmadany Haninda Akmal (23)
                                                                 - Reiza Bhakti Nugroho (25)
Kelas                                                        : X IPS 3
Jenis tanaman yang dibudidayakan : Anggrek
Nama petani                                          : Subyarti
Lokasi                                                      : Wirasana
Laporan hasil observasi                       :

Teknik Budidaya
1. Pengolahan lahan
Tanaman anggrek dapat ditanam di sekitar rumah atau pekarangan atau di kebun yaitu di bawah pohon atau dengan naungan yang diberi paranet atau sejenisnya dengan pengaturan intensitas cahaya tertentu atau di lahan terbuka. Oleh karena tanaman anggrek mempunyai potensi ekonomis yang tinggi, maka untuk jenis-jenis tertentu dapat ditanam di dalam rumah kaca (green house). Selain untuk melindungi tanaman dari gangguan alam, juga akan mengurangi intensitas serangan OPT.

2. Penanaman
1). Siapkan media pot
Cara menanam anggrek yang pertama adalah dengan menyiapkan media pot. Adapun media yang bisa Anda gunakan adalah pot yang terbuat dari plastik, pot dari tanah liat atau pot yang terbuat dari semen. Jika Anda ingin menggunakan pot bekas, maka sebaiknya Anda bersihkan terlebih dahulu pot tersebut hingga benar-benar bersih. Karena kotoran bekas jamur, lumut, dan bakteri bisa mengganggu pertumbuhan anggrek nantinya.

2). Siapkan tiang penahan
Tiang penahan ini berfungsi untuk menyangga anggrek agar tidak goyang saat di siram atau ketika Anda sedang merawat anggrek tersebut. Tiang yang digunakan sebaiknya adalah tiang yang kuat, dan juga tahan lama Sehingga tiang yang paling tepat adalah kawat. Pilihlah kawat dengan diameter 2 hingga 4 mm, dan Anda bisa melepasnya ketika anggrek sudah kuat hidup di pot.


3). Media tanam
Cara menanam anggrek yang baik harus menggunakan media tanam yang tpat Anda bisa memilih potongan pakis, arang kayu atau sabut kelapa. Bagi Anda yang belum pernah bergelut dengan anggrek mungkin akan sedikit bingung bagaimana cara menanamnya. Namun demikian jika Anda telah tahu, sebenarnya sangat simpel dan mudah sekali untuk dipelajari. Untuk Anda yang belum tahu cara menanamnya, setelah semua bahan siap, maka pasanglah tiang penahan hingga menyentuh dasar pot.

Setelah itu, masukkan media yang Anda gunakan (arang, potongan pakis atau sabut kelapa) kemudian letakkan anggrek tersebut di atas media. Atur akarnya agar dapat menyebar rata, dan ikat batang anggrek pada tiang yang telah tersedia. Demikian Cara Menanam Anggrek Dalam Pot.

3. Pemeliharaan
a. Penyiraman
Sebagaimana tanaman lain, bunga anggrek juga perlu disiram agar tidak mati karena mengalami kekurangan air. Air yang digunakan untuk menyiram bisa dari air ledeng, air sumur, atau air hujan. Tidak disarankan untuk menggunakan air yang sudah bercampur dengan bahan kimia dan air kali karena kemungkinan mengandung zat hidup yang bisa mengganggu pertumbuhan anggrek.

Siramlah anggrek sesuai dengan cuaca yang sedang berlangsung. Saat iklim di lingkungan sedikit tinggi, maka tanaman anggrek bisa disiram paling tidak dua kali dalam sehari. Ketika musim penghujan, apabila Anda menempatkan anggrek di luar rumah, pindahkan ke dalam agar tidak terpericik air hujan hingga media tanam sangat basah dan memicu pembusukan akar.

b. Penyinaran
Untuk menjaga keindahan bunga anggrek, beberapa orang memilih untuk melakukan repotting atau pemindahan pot ke pot kaca atau pot plastik dengan diameter yang lebih besar serta pot yang bersih. Biasanya, mereka juga memindahkan pot tersebut ke dalam rumah. Permasalahannya, tanaman anggrek tetap membutuhkan asupan sinar matahari. Oleh sebab itu, untuk menanggulanginya, belilah lampu ruangan agar anggrek tetap terkena cahaya.

c. Kelembaban
Bunga anggrek termasuk tanaman tropis yang bisa bertahan pada lingkungan yang cukup lembab. Tingkat kelembaban tanaman ini harus selalu dijaga agar bisa tumbuh dengan baik. Jangan biarkan tanaman mati hanya karena Anda lupa melakukan penyiraman atau memberikan pencahayaan pada tanaman.

d. Pupuk
Pupuk akan menjaga tanaman tetap sehat dan tumbuh secara optimal. Pemberian pupuk anggrek tidak boleh sembarangan, takaran dan jenis pupuk yang diberikan haruslah sesuai dengan kondisi tanaman. Untuk masalah ini, lebih baik Anda tanyakan langsung ke mereka yang ahli atau ke toko pertanian tempat Anda membeli pupuk ataupun bibit anggrek.

4. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama
1. Tungau Menyerang daun tanaman. 
Menempel pada pelepah daun dan membuat bercak hitam serta merusak daun. 
Dapat diatasi dengan menggosok daun yang terkontaminasi dengan kapas dan air sabun, atau dapat juga dengan menggunakan insektisida berdosis 2 cc/liter.
2. Belalang 
Menyerang daun tanaman. 
Terlihat pinggiran daun yang bergerigi karena dimakan. 
Dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida bersifat racun kontak jika dalam jumlah banyak.
3. Semut
Menyerang tunas muda dan akar 
Dapat dikendalikan dengan merendam pot dalam air dan ciptakan lingkungan yang bersih di sekitar pot.
4. Kutu Babi 
Menyerang akar tanaman. 
Dapat dikendalikan dengan merendam pot sehingga kutu babi menyingkir dari pot Anggrek. 
5. Trips 
Menyerang batang dan daun muda, namun dampaknya terlihat pada bunga. 
Menempel pada batang dan daun yang akan memberikan bercak abu-abu pada permukaan daun, kemudian akan merusak bunga hingga bentuk bunga tidak menarik untuk dilihat
Dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida secara berkala. 
6. Keong 
Menyerang lembaran daun Anggrek. 
Dapat dikendalikan dengan membersihkan secara manual dengan tangan atau penyemprotan insektisida.
7. Kumbang 
Menyerang bagian batang serta daun. 
Akan terlihat batang yang berlubang- lubang di bagian tengahnya, dapat juga bertelur dan larva menetas merusak daun Anggrek.
Dapat dikendalikan dengan menyemprotkan insektisida secara rutin. Lakukan juga pembersihan pot dari kepompong dan telur kumbang. 
8. Kepik 
Menyerang daun tanaman. 
Menghisap cairan daun sehingga menyebabkan daun berbintik-bintik putih atau kuning. Jika dibiarkan, tanaman akan berhenti berdaun atau gundul. 
Dapat dikendalikan dengan insektisida yang disemprotkan secara berkala. 
9. Kutu Tudung 
Menyerang daun tanaman. 
Menghisap sar pati pada daun sehingga daun menguning kemudian menjadi coklat dan mati.gagal, tanaman akan layu. 
Dapat dikendalikan dengan membersihkan lingkungan hingga steril 
Dapat dikendalikan dengan insektisida yang disemprotkan secara berkala. 

Penyakit 
1. Penyakit Buluk 
Sering muncul dalam media tanam karena lingkungan yang tidak steril 
Terlihat gejalanya biji Anggrek tidak dapat berkecambah dan persemaian
2. Penyakit Rebah Kecambah 
Penyebaran penyakit melalui air. 
Terlihat gejala bercak kecil pada permukaan daun yang kemudian mengenai tunas hingga ujung akar, tanaman akan mati. dengan 
Dapat dikendalikan penyemprotan fungisida. 
3. Bercak Coklat 
Terjadi saat lingkungan saat lembab dan daun dalam kondisi tidak sehat. 
Terlihat gejalanya berupa bercak kecil pada pucuk daun dan meluas ke seluruh bagian tubuh hingga tanaman akan rusak dan mati. 
Penyakit ini mudah menular. 
Membakar seluruh tanaman yang terkena penyakit tersebut untuk mencegah penyebaran. 
4. Busuk Akar
Disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani. 
Mirip dengan busuk akar namun serangan terjadi pada rhizoma yang muncul garis-garis atau lingkaran berwarna ungu. 
Umbi batang kemudian membusuk. 
dikendalikan dengan membuang bagian yang terserang dan memindahkan media tanam.
5. Cymbidium 
Disebabkan oleh virus Mozaic cymbidium. 
Terlihat bercak kekuningan lalu muncul jaringan mati berbintik, bergaris, atau lingkaran. 
Daun tua terdapat banyak sekali bintik jaringan yang mati. 
Dapat dikendalikan dengan membuang bagian tanaman yang sakit dan mensterilkan lingkungan.

5. Panen

Ciri dan Umur Anggrek Berbunga

Umur  tanaman  anggrek  berbunga,  tergantung  dari  setiap jenisnya. Pada umumnya tanaman anggrek dewasa berbunga setelah 1-2  bulan ditanam.  Tangkai  bunga  yang dihasilkan  kira-kira  2 tangkai  dengan jumlah  kuntum  sebanyak  20-25  kuntuk pertangkai. Anggrek rajin berbunga juga ditentukan oleh segi perawatan seperti penyiraman dan pemupukan  yang  baik  dan  benar  serta pengepotan ulang dan pemberantasan HPT (hama dan penyakit tanaman) secara teratur.

Cara Pemetikan Bunga

Untuk panen bunga anggrek yang perlu diperhatikan ialah pada hal  cara pemetikan bunganya. Pemetikan  dilakukan  dengan memotong tangkainya  pada  jarak  2  cm  dari pangkal  tangkai bunga dengan menggunakan alat potong yang bersih.

Perkiraan Produksi

Bibit  anggrek  yang  sudah  dewasa  dan  sesudah  2  bulan  maka tangkai bunga akan menghasilkan 2 tangkai dengan jumlah kuntum 20-25 kuntum/ tangkai

6. Pasca panen
Pengumpulan
Pengumpulan  bunga  anggrek  dilakukan  berdasarkan permintaan  pasar. Jenis  anggrek Phalaenopsis  amabilis dapat dipanen dalam bentuk :
1. Tanaman muda untuk bibit
2. Tanaman dewasa untuk tanaman hias
3. Bunga potong
Tanaman muda untuk bibit biasanya dijual dalam bentuk potpot  kecil, sedangkan  tanaman dewasa biasanya  tanaman  sudah berbunga.  Untuk bunga  potong  dipilih  dengan  tangkai yang kuntumnya paling  banyak yang  sudah  mekar  (kuncup  tersisa  1-3 kuntum).

Penyortiran dan Penggolongan

Bunga  anggrek  bulan  dipilih  yang  bagus-bagus  dan  sehat, tidak terkena  penyakit ataupun  luka. Selanjutnya  bunga dikelompokkan sesuai dengan kebutuhan pasar, berdasarkan tingkat kesegaran atau  ukuran bunga  yakni  dengan  maksud  untuk mempertahankan  nilai  jual  sehingga  bunga yang  bagus  tidak  turun harganya.

Penyimpanan

Penyimpanan  ini  bertujuan  untuk  memperlambat  proses kelayuan bunga, sehingga dilakukan pada saat :

Bunga baru saja dipetik sambil menunggu panen selesai.Bunga yang telah dipanen tidak segera dijual atau diangkut. Bunga mengalami perjalanan sebelum sampai ke konsumen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toga : Kencur

Duit dari Duri

Toga : Kunyit